Selasa, 08 Oktober 2019

Kisah Dewa Judi Asal Medan, Bawa Pulang Rp 28 Miliar Dari Amerika Lewat Permainan Poker Profesional



Beberapa waktu lalu, John Juanda, Pemain Poker Profesional yang berasal dari Kalimantan sedang jadi buruan FBI. Dewa judi yang diketahui bernama Paul Phua ini berasal dari Pulau Kalimantan.
Meski berasal dari Kalimantan, namun Phua bukanlah orang Indonesia melainkan Malaysia.

Phua disebut sebagai salah satu bandar terbesar di dunia, dan selama bertahun-tahun ia memberikan pengaruh besar pada perjudian dunia. Beliau pernah mendirikan kerajaan perjudian di Hong Kong, Las Vegas, London dan Melbourne.

Ternyata tidak hanya Phua, belakangan ini seorang adam awal Medan, Sumatera Utara dikabarkan jadi salah satu penjudi yang disegani di dunia yang berasal dari Medan tersebut pernah jadi ikon poker adam yang melancarkan profesi seorang penjudi profesional.
Nama John Juanda pada warsa 2014 lalu pernah jadi pembicaraan hangat alasan prestasinya memimpin World Series of Poker (WSOP).



John Juanda tidak hanya amat memimpin WSOP tapi sudah lima kali, yaitu pada warsa 2002, 2003, 2008, 2011, dan terakhir 2014. Dari prestasinya memimpin lima kali WSOP, John membaca hadiah total USD 2.330.926 atau sekitar Rp 28 milliar.

John Juanda, disegani atas keahliannya bermain poker profesional. Kiprah perjudian John Juandan dimulai pada saat ia menyelesaikan kuliah S2 nya di Seattle University, Amerika Serikat.
Juanda mulai mengenal atraksi poker saat ia menempuh darmawisata ke Amerika untuk melanjurkan bimbingan S1 pada warsa 1990.

Ketika darmawisata di pesawat, teman sebelahnya memperkenalkan atraksi poker padanya. Setelah lulus S1, ia melanjurkan pendidikannya ke S2. Semasa kuliah S2 itulah John mengisi waktu luang kuliahnya untuk meneban poker di kasino yang berlokasi tidak jauh dari kampus Seattle University.

Pada warsa 1999, John Juanda mengikuti kejuaraan profesional WSOP pertamanya, saat itu dia berhasil menduduki peringkat kesembilan dan membaca hadiah uang sebesar USD 1.500.
Setelah membaca gelar MBA pada 1996, adam kelahiran 8 Juli 1971 ini memutuskan untuk jadi penjudi profesional dan menjadikan poker sebagai sumber penghasilannya.

Empat bulan kemudian,di kejuaraan yang sama ia berhasil finis di urutan ketujuh dan berhak tempat hadiah USD 399.600. Selama masa panas warsa 2000, Juanda menjadikan dirinya sebagai rising star dalam kejuaraan poker profesional saat dia berhasil finish sebanyak enam kali.

Pada kejuaraan US Poker Championship di Kota Atlantic, dia berhasil finish di urutan kedua dan berhak tempat uang tunai sebesar USD 159.000.

Nama John Juanda di adam Poker semakin disegani, kala ikut dalam World Series of Poker (WSOP) yang berlangsung di Inggirs warsa 2008 silam, dalam semalam John bisa membaca uang sebanding Rp 19 miliar, sebuah pencapaian yang bikin iri para penjudi-penjudi profesional lainnya.
Sejak kecil, Juanda sudah terbiasa memainkan atraksi kartu.

Anak sulung dari empat bersaudara ini sering melihat ayahnya bermain judi.
Seperti dikutip Goldsea.com, hal yang paling diingatnya ialah kebiasaan ayahnya yang selalu menenggak minuman beralkohol kala sedang berjudi.

Akibatnya, si ayah kerap menelan kekalahan. Kenangan buruk tersebut membuat Juanda tidak pernah hirup alkohol saat bertanding poker. Uniknya, meskipun tidak minum, adam yang memiliki sebutan ‘JJ’ ini tetap memesan minuman.

Namun minuman tersebut kemudian diberikan kepada lawannya.
Setelah dikenal dunia, Juanda tetap merasa rendah hati. Ia mengakui andaikata semua kemenangannya di kejuaraan poker seluruh adam tidak lepas dari campur tangan Tuhan.

Karena itulah, sebagai bentuk terima kasih, dirinya berencana menyediakan perawatan medis gratis saat dirinya pensiun bermain poker nanti.(*)




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

grabeting

Daftar Situs Judi Slot Gacor Online Terbaik No 1 Di Indonesia

Selamat datang para pemain situs Slot Gacor terbaru hari ini di tahun 2022 yang menyediakan berbagai fasilitas lengkap untuk memenuhi keingi...